Benda Padat Tapi Paling Ringan Di Dunia

 

Material sekuat baja namun seringan udara

Hai sob, mungkin pertanyaan dari admin mengenai benda padat namun memiliki massa paling ringan di dunia itu apa ya? Kapas?, atau mungkin debu? 

Ternyata itu salah sob, ada satu benda padat namun memliki berat yanag lebih ringan daripada kedua benda yang disebutkan di atas sob. 

Dan kali ini admin akan mencoba memperkenalkan benda tersebut ama kalian nih. Penasaran akan nama dari benda yang dimaksud? Simak penjelasan berikut.

Ini adalah Aerogel. Benda padat yang memiliki massa terkecil di dunia. Potongan ini hanya memiliki massa 1,22 gram. Benda ini memiliki massa yang hampir sama dengan udara.

Sedikit masuk akal sih, karena memang Aerogel 99,8% udara. Bahkan, beberapa aerogel sangat ringan sehingga jika Anda menghilangkan semua udara di dalamnya mereka akan kurang padat dari udara. 

Admin sudah lama terpesona dengan aerogel jadi Admin mencoba reservasi dari berbagai sumber. Dan ada sebuah lab yang terletak di Boston, Amerika serikat yang bernama Aerogel Technologies yang menciptakan aerogel ini.

Beberapa pertanyaan melintas di benak. Untuk apa sih  Aerogel diciptakan? Bagaimana ini dibuat?

Oke, kita akan tahu sekarang. Jadi simak baik-baik.

 Jadi, Bagaimana Aerogel Diciptakan?

Pada tahun 1931, seorang ilmuwan bernama Profesor Samuel Kistler bertaruh dengan rekannya Charles Learned.  Jadi mereka bertaruh. Taruhannya adalah "Bisakah Anda menghilangkan cairan dari jeli, tanpa memengaruhi struktur padatnya?"

Maksudnya adalah, jika Anda hanya menghilangkan molekul cairannya dengan cara memanaskan jeli supaya si jeli menguap dan cairannya keluar, maka struktur padatnya menyusut, (si jeli akan mencair) dan strukturnya tentu saja akan berubah menjadi tidak padat lagi.

 Dan pada akhirnya Samuel Kistler memecahkan masalah ini dengan dua cara. 

Pertama, dia menyadari bahwa bisa mengganti satu cairan dengan cairan lainnya di dalam jeli hanya dengan mencucinya secara menyeluruh.

 Jadi bisa dikatakan dengan menukar, katakan, air, dengan alkohol. Dan kemudian menaruhnya di bejana bertekanan tinggi yang disebut autoclave. Dengan memanaskannya ke suhu tinggi, maksudnya titik bertekanan tinggi yang disebut titik kritis cairan, maka cairan itu berubah menjadi semi-cair juga semi-gas yang disebut fluida superkritis. 

Pada titik ini, tidak ada lagi perbedaan antara cairan dan gas. Molekul-molekul itu tidak lagi menarik satu sama lain jika dihilangkan salah satunya. Jadi, setelah menekan bejana kerangka padat itu, yang 1% dari massa gel tertinggal utuh, kecuali di mana ada cairan di pori-pori sebelumnya sekarang menjadi gas, dan kerangka padat itu disebut nanopori dan itulah yang kita sebut aerogel.

 Kistler menerbitkan temuannya di Nature pada tahun 1931.  Namun aerogel versi ini masih sangat rapuh ditambah lagi dengan pembuatan nya yang memakan biaya sangat mahal, ini yang menyebabkan aerogel hanya digunakan untuk keperluan laboratorium.

Aerogel merupakan salah satu benda padat yang memiliki tingkat kerapatan paling rendah yang pernah ada. Sebagai perbandingan tingkat kerapatan aerogel 1.000 kali lebih longgar daripada kaca. Ini dikarenakan 98,9% dari aerogel merupakan ruang kosong (hanya udara).

Meskipun demikian aerogel ini mampu menahan ledakan langsung dari 1kg dinamit dan mampu bertahan pada temperatur 1.300 °C. 

Aerogel diciptakan dengan mengekstrak komponen cair dari gel dan menggantikannya dengan gas. Itu sebabnya aerogel ini disebut juga dengan asap beku, udara padat, dan masih banyak nama lainnya yang diberikan untuk benda ini.

Sekarang sudah tahukan apa benda padat tetapi memiliki massa bobot yang paling rendah.

Terimakasih.


Posting Komentar

Berkomentar lah jika masih penasaran

Lebih baru Lebih lama